Perbedaan Ovitrap Indeks Botol, Ember dan Port Mosquito Trap sebagai Perangkap Nyamuk Aedes sp. di Area Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas II Samarinda Wilayah Kerja Sangatta Kabupaten Kutai Timur
Abstrak
Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) atau Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) merupakan penyakit akibat infeksi virus dengue yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat. Penyakit ini ditemukan hampir di semua negara terutama negara-negara tropik dan subtropik sebagai penyakit endemik maupun epidemic. Di Indonesia sendiri, Demam Berdarah Dengue (DBD) telah menjadi masalah kesehatan masyarakat selama 41 tahun terakhir.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas perbandingan antara Ovitrap dari botol plastik, ember plastik, dan Port Mosquito Trap (PM Trap) berdasarkan nilai Ovitrap indeks. Selain itu penelitian ini diharapkan memberikan sumbangsih terhadap inovasi, kajian dan pengembangan teknologi pada kantor kesehatan pelabuhan khususnya dalam pengendalian penyakit berbasis vektor nyamuk di kabupaten Kutai Timur Propinsi Kalimantan Timur.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ovitrap yang terbanyak positif jentik adalah jenis Ovitrap dari ember plastik yakni sebanyak 12 (66,67%), kemudian PM Trap sebanyak 10 (55,56%) dan terendah adalah botol plastik bekas yakni sebanyak 3 (16,67%) dari masing-masing 18 Ovitrap yang terpasang.
Kata Kunci : Ovitrap, Botol, Ember, Port Mosquito Trap (PM Trap)
Referensi
Budiyanto, Anif. "Pengaruh Perbedaan Warna Ovitrap terhadap Jumlah Telur Nyamuk Aedes spp yang Terperangkap." Aspirator 2, no. 2 (2010): 99-102.
Cruz, Estrella Irlandez Salazar, Ferdinand V Aure, Wilfredo E Torres, and Elizabeth P. "Aedes Survey of Selected Public Hospital Admitting Dengue Patients in Metro Manila Philippines." Vol. 32. 2008.
Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informasi Sangatta. DBD Kutim Termasuk Kejadian Luar Biasa. Juli 29, 2016. (accessed Desember 29, 2016).
Hasyimi, M., Nanny Harmany, and Pangestu. "Tempat-Tempat Terkini Yang Disenangi Untuk Perkembangbiakan Vektor Demam Berdarah Aedes sp." Media Litbang Kesehatan XIX, no. 2 (2009): 71-76.
Hendri, Joni, Boy Nusa RES, and Heni Prasetyowati. "Tempat Perkembangbiakan Nyamuk Aedes spp di Pasar Wisata Pangandaran." Aspirator 2, no. 1 (2010): 23-31.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. "htpp://www.depkes.go.id/downloads/publikasi/buletin/BULETIN%20DBD.pdf." htpp://www.depkes.go.id. Agustus 1, 2010. (accessed Februari 22, 2016).
—. Pedoman Pengendalian Demam Berdarah Dengue di Indonesia. Jakarta: Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan, 2015.
Polson KA, Curtis C, Seng CM, Olson JG, Chanta N, and Rawlins SC. "The Use of Ovitrap Baited wth Hay Infusion as a Surveillance Tool for Aedes aegypti Mosquitos in Cambodia." Dengue Bulletin 26 (2002): 178-184.
Santos SRA, Melo-Santos MAV, Regis L, and Albuquerque CMR. "Field Evaluation of Ovitrap with Grass Infusion and Bacillus thuringensis var israelensis to Determine Oviposition Rate of Aedes aegypti." Dengue Bulletin 27 (2003): 156-162.
Sayono. "Pengaruh modifikasi Ovitrap Terhadap Jumlah Nyamuk Aedes Yang Tertangkap." Semarang: Program Pascasarjana Universitas Diponegoro, 2008.
Setya R, Achmad, and Eri Nasution. "Analisis Perbedaan Penggunaan Ovitrap Jenis Tutup Datar Dan Ovitrap Jenis Tutup Lengkung Dalam Efektifitas Sebagai Perangkap Telur Nyamuk Aedes Sp. Di Perumahan Baros Kelurahan Baros Kota Sukabumi." Jurnal Kesehatan Kartika, 2010: 26-34.
Surendran, Sinnathamby N, Arunasalam Kajatheepan, Karunakaran F A Sanjeefkumar, and Paviluppilai Jude. "Seasonality and Insecticide Susceptibility of Dengue Vectors : an Ovitrap Based Survey in a Resdential Area of Northern Sri Lanka." Southeast Asian Journal Tropical Medicine Public Health, 2007.
World Health Organization. Pencegahan dan Pengendalian Demam Berdarah Dengue. Edited by Salmiyatun. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC, 2005.
Informasi Hak Cipta
KEBIJAKAN HIGIENE : JURNAL KESEHATAN LINGKUNGAN (AKSES TERBUKA)
Syarat yang harus dipenuhi oleh Penulis sebagai berikut:
- Penulis menyimpan hak cipta dan memberikan jurnal hak penerbitan pertama naskah secara simultan dengan lisensi di bawah Creative Commons Attribution License yang mengizinkan orang lain untuk berbagi pekerjaan dengan sebuah pernyataan kepenulisan pekerjaan dan penerbitan awal di jurnal ini.
- Penulis bisa memasukkan ke dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non ekslusif versi kaya terbitan jurnal (contoh: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk mem-posting karya mereka online (contoh: di repositori institusional atau di website mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena dapat mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya sitiran yang lebih awal dan lebih hebat dari karya yang diterbitkan. (Lihat Efek Akses Terbuka).